Halaman

Khamis, 31 Mac 2011

Kata2 Hikmah Ronggowarsito_1

Versi Bahasa Melayu:

Menyaksikan zaman gila,
Serba susah dalam bertindak,
Ikut gila tidak akan tahan,
Tapi kalau tidak mengikuti (gila),
Tidak akan mendapat bagian,
Kelaparan pada akhirnya,
Namun telah menjadi kehendak Allah,
Sebahagia-bahagianya orang yang lalai,
Akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada.

Versi Bahasa Jawa:

Amenangi jaman édan,

Ewuhaya ing pambudi,
Mélu ngédan nora tahan,
Yén tan mélu anglakoni,

Boya keduman mélik,

Kaliren wekasanipun,

Ndilalah kersa Allah,

Begja-begjaning kang lali,

Luwih begja kang éling klawan waspada
.

p/s: Ronggowarsito adalah pujangga Terulung bangsa Jawa, Nama sebenar beliau adalah Bagus Burham.

Bagus Burham diangkat sebagai Panewu Carik Kadipaten Anom bergelar Raden Ngabei Ronggowarsito, menggantikan ayahnya yang meninggal di penjara Belanda tahun 1830. Lalu setelah kematian kakeknya (Yasadipura II), Ranggawarsita diangkat sebagai pujangga keraton Surakarta oleh Pakubuwana VII pada tanggal 14 September 1845.

Pada masa inilah Ranggawarsita melahirkan banyak karya sastra. Hubungannya dengan Pakubuwana VII juga sangat harmonis. Ia juga dikenal sebagai peramal ulung dengan berbagai macam ilmu kesaktian.

Naskah-naskah babad cenderung bersifat simbolis dalam menggambarkan keistimewaan Ranggawarsita. Misalnya, ia dikisahkan mengerti bahasa binatang. Ini merupakan simbol bahwa, Ranggawarsita peka terhadap keluh kesah rakyat kecil.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan